CORONA : kabut yg MERUBAH RENCANA


Berubah bisa dipicu oleh dua hal , by design or by accident. Wabah Corona membuat kita masuk pada katagori kedua yaitu berubah by accident. 

Wabah Corona seperti KABUT yang merubah RENCANA dimana rencana yang sudah dibuat matang sebelum Corona harus mendadak dirubah karena keadaan. 

Dari sini kita dapat pembelajaran terbaik soal harus dibuatnya Plan A,BC atau kalau bisa sampai Z. 

Saat wabah Corona belum usai, semua merasakan keuangan turun, pelanggan turun, utilisasi aset rendah dan SDM pada kondisi underload. 

Dalam kondisi diatas, apa yang perlu dilakukan? 

Dalam konteks bisnis tentu ada dua hal : secara internal dan eksternal. 

Secara internal perlu dilakukan menekan kerugian , yang menjadi dasar adalah ketika pendapatan tidak bisa di hadirkan maka kita harus menekan kerugian. 

Cost terdiri dari penjumlahan fix cost dan variable cost, oleh karenanya kita harus melihat kembali fix cost yang bisa di kurangi berbasis pada pembenahan proses yang ada baik di aspek keuangan, pelanggan, proses dan people.

Mengurangi cost pada keuangan: 
Membuat target total efisiensi misalnya 5% untuk seluruh unit kerja 

Mengurangi cost pada pelanggan : mengalihkan pemasaran konvensional ke digital yang lebih murah biayanya. 

Mengurangi cost pada proses pelayanan: 
Melengkapi alat medis dan penunjang medis untuk layanan yang banyak pasiennya,hal ini untuk menghindari pemeriksaan keluar yang dapat mengurangi income 

mengurangi cost pada people :  mengurangi kegiatan di luar rumah sakit, baik mengikuti seminar, workshop dan studi banding. 

Secara eksternal, kita harus melihat kembali trend yang terjadi pada prilaku pelanggan dan yang sudah dilakukan kompetitor. 

dengan kondisi saat ini ada perubahan prilaku signifikan bahwa pelanggan senang didatangi karena takut mau datang ke rumah sakit. 

Dari sini kita perlu membuat pilihan strategi, mengumpulkan ide ide cemerlang dari staf internal dan menentukan target kedepan yang ingin dicapai. 

Salah satu ide misalnya  kita harus membuat layanan yang memungkinkan bisa diakses dari rumah , semisal dengan membuka layanan online, catering gizi sehat, homecare untuk pasien rehab medik dan stroke dan banyak lagi layanan unggulan lain yang bisa dihadirkan. 

Tentu hal ini perlu didukung oleh upaya promosi yang sistimatis baik dalam hal awerness,edukasi,promosi, apresiasi dan membangun jejaring calon pelanggan baru. 

Perlu diketahui, layanan unggulan hanya berdampak 24% bagi suksesnya meraih pasien, 75% ditentukan oleh promosi dan 1% oleh greeting. 

Dan dua hal ini sering diabaikan, karena kebanyakan fokus pada membanggakan yang 24% saja dengan bahasan yang tak ada ujung finishnya. 


Comments

Popular Posts