Benteng TAKESHI di Pelayanan RS

Benteng takeshi adalah sebuah acara populer buat generasi Abdul ( abang jaman dulu).  Acara dari jepang yang mengisahkan sebuah lomba yang mengikutsertakan sejumlah orang untuk melalui rintangan demi rintangan untuk mencapai kemenangan dan hadiah yang dijanjikan. 

Bagaimana cerita diatas dalam konteks Pelayanan Rumah Sakit? 

Menurut saya ada korelasinya, dimana seringkali seorang pasien harus melalui rintangan demi rintangan untuk sampai ke pelayanan yang di tuju. 

Dimana titik rintangan demi rintangan itu terjadi? 

Informasi Layanan
Seringkali informasi layanan yang dimiliki minim dipublikasi oleh pihak rumah sakit sehingga pasien bersusah payah untuk mendapatkannya. 

Area parkir
Saat datang dan memasuki area parkir seringkali pasien dan keluarga kesulitan mencari space parkir meskipun masih pagi,  karena di salah satu rumah sakit kapasitas parkir yang ada, 80% diisi oleh karyawan dan warga sekitar disisi lain layananan poliklinik lambat dimulai. 

Area Poliklinik
Jadwal rapat dokter  di saat jam pelayanan seringkali membuat jadwal poliklinik lambat dimulai sehingga pasien harus menunggu lama ditambah seringkali lama menunggu obat di layanan farmasi dengan ragam penyebab. 

Area rawat Inap
Kepulangan pasien yang lama karena ragam alasan membuat pasien yang akan masuk rawat inap tertahan di admision menunggu sampai pasien rawat inap pulang, di beberapa rumah sakit seringkali kepending beberapa hari kedepan. 

Area tindakan operasi
Tidak adanya kamar kosong dirawat inap membuat pasien yang sudah dijadwalkan operasi di undur jadwalnya sampai ada informasi ketersediaan kamar untuk yang bersangkutan. 

Barangkali hal diatas dibanyak rumah sakit dianggap biasa , namun saat semua rintangan diatas berdampak kepada capaian kinerja rumah sakit dari sisi pendapatan dan berdampak kepada usulan biaya yang diajukan yang tidak di ACC.

Yang terjadi mulai deh main liat liatan dan cubt cubitan mencari penyebab tidak tercapainya kinerja yang telah di tetapkan dan mencari Kambing hitam dari tidak tercapainya kinerja yang telah di tetapkan. 

Padahal sejatinya saat satu jari menunjuk ke orang lain, empat jari lainnya menunjuk ke diri sendiri artinya semua yang tetlibat pasti punya kontribusi dengan permasalahan yang terjadi.  


Comments

Popular Posts